
Apa pasal? Lorenzo merupakan salah satu pebalap terbaik di ban kualifikasi supersoft. Musim lalu, dia banyak mendapat keuntungan dari pemakaian ban tersebut—dari Michelin—sehingga kerab menempati pole position. Bersama motor YZR-M1, pebalap asal Spanyol itu delapan kali start di posisi depan. Yang empat di antaranya dari pole position dan tiga dari empat itu terjadi di tiga balapan pertama.
Namun, mulai GP Qatar 12 April nanti, semua pebalap sudah harus memakai aturan baru, yakni ban tunggal Bridgestone, sebagai bagian dari upaya pengiritan. Tak ayal, mantan juara dunia kelas 250cc itu merasa seperti tertimpa bencana sehingga dia pesimistis bisa mengulangi raihannya musim lalu.
"Bagi saya, itu tidak begitu baik karena biasanya saya spesialis dalam kondisi ini dan saya dapat melewati lap sangat cepat dengan ban kualifikasi," kata Lorenzo yang tahun lalu terpilih sebagai rookie of the year.
Terbukti kemudian, Lorenzo memang kepayahan dengan ban tunggal. Ia hanya finis di posisi empat dalam sesi simulasi kualifikasi 45 menit di Jerez (Spanyol). Casey Stoner (Ducati) menjadi yang terbaik saat itu dan berhak membawa pulang mobil sport BMW dalam dua tahun berturut-turut.
"Satu hal penting adalah perlombaan, dan akan menjadi lebih penting lagi bagaimana mendapatkan baris pertama untuk memiliki satu peluang posisi yang baik dalam perlombaan," jelasnya.
Kritikan serupa pernah juga dilontarkan seniornya di Yamaha, Valentino Rossi. "The Doctor" khawatir sesi kualifikasi Sabtu sore akan kehilangan gereget tanpa adanya ban kualifikasi supersoft. Tahap terakhir kualifikasi sering kali diwarnai persaingan memperebutkan pole position hingga lebih dari sepuluh kali.
Dengan adanya peraturan baru, maka faktor entertainment itu lenyap. Artinya, kualifikasi tidak dibutuhkan dan para pebalap kini harus mencari posisi start di grid dengan memakai ban balap.
Solusi yang ditawarkan Rossi adalah tetap memakai ban kualifikasi dalam regulasi sekarang agar penikmat MotoGP masih bisa mendapat hiburan hangat pada akhir kualifikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar